Mengenal Jejak Perjuangan Drs Syaifuilloh Kepala MI Sirojut Tholibin Pertama
Oleh : Akhmad Sururi.
Drs Syaifulloh atau yang sering disapa dengan Pak Seful adalah Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa pertama. Beliau di angkat oleh Ketua Yayasan Al Masykuriyyah H Solehudin pada tahun berdirinya MI Sirojut Tholibin pada bulan Juni 2005.
Sebagai Kepala MI Sirojut Tholibin pertama tentu sarat dengan perjuangan yang begitu berat. Perjuangan mencari murid, menggalang dukungan masyarakat sampai memenuhi sarana dan prasarana pendidikan, itu semua Beliau jalani dengan kerja keras dan ikhlas.
Proses berdirinya MI Sirojut Tholibin atas saran Al Marhum Soedarjo HS selaku Pengawas RA/MI/Madin saat itu ( 2005 ) dengan tugas kerja di wilayah Kec Larangan. Disamping Soedarjo HS ada Akhmad Sururi yang ikut berpera secara teknis untuk proses pengajuan berdirinya MI Sirojut Tholibin di Departemen Agama Kab Brebes ( saat ini menjadi Kemenag)
Saat mengurus Izin Operasional, Pak Seful tidak pernah mengenal lelah meski harus beberapa kali datang ke Departemen Agama. Kegigihan dan kerja keras Beliau akhir menuai hasil dengan turunya Ijop MI Sirojut Tholibin. Saat ini proses penyerahan SK Ijop dan Piagam Pendirian diserahkan oleh Hj Khulasoh selaku Kasi Penmad ( Pendidikan Madrasah) Depag Kab Brebes.
Drs Syaifulloh lahir di desa Rengaspendawa pada tanggal 27 Maret 1966, satu tahun setelah Gestapu. Gestapu menjadi istilah orang desa untuk menyebutkan Gerakan PKI dalam istilah sejarah G 30 Sepetember PKI . Sejarah tersebut menjadi bagian dari proses awal perpindahan dari orde lama ke ored baru.
Beliau lahir dari pasangan H Nur Kholid dan Hj Rohani yang menjadi keluarga besar pendiri Yayasan Al Masykuriyyah desa Rengaspendawa Kec Larangan Kab Brebes.
Selaku pendiri MI Sirojut Tholibin pertama bersama Akhmad Sururi , Pak Seful banyak mengeluarkan pengorbanan untuk kebutuhan operasional Pendidikan. Saat awal berdiri sampai kurang lebih dua tahun MI Sirojut Tholibin belum mendapatkan BOS ( Bantuan Operasioanl Sekolah ). Sehingga dengan terpaksa segala biaya terkait dengan pendidikan ditanggung oleh swadaya atas usaha Beliau selaku orang yang bertanggung jawab di MI Sirojut Tholibin.
Masa pendidikan Beliau mulai dari SD Rengaspendawa, dilanjutkan di MTS As Salafiyah Sitanggal Kec Larangan Brebes. Setelah mendapatkan Ijazah MTs Beliau melanjutkan di MAN Buntet sambil mondok di Pesantren Buntet dbawah pengasuh KH Nasir, seorang Kyai Alim yang dalam kehidupannya sangat sederhana.
Lepas dari MAN Buntet tahun 1986, Syaifulloh melanjutkan di Perguruaan Tinggi STAIN Sunan Gunung Jati Cirebon ( sekarang menjadi UIN Ciber Syekh Nur Jati Cirebon ) dengan mengambail fakultas Tarbiyah Jurusan PAI. Setelah wisuda pada tahun 1992 dari perguruan tinggi tersebut, Pak Seful sempat mengabdi di beberapa sekolah tidak sampai lama.
Sebelum berangkat ke Luar Negeri ( Korea ),Pak Seful ikut serta merintis berdirinya Madrasah Diniyah Sirojut Tholibin. Rintisan Madrasah Diniyah tersebut sejak tahun 1986 dengan mendapatkan dukungan tokoh-tokoh agama dari Rengadpendawa. Murid murid Madin pada saat itu belajar di rumah H Solehudin, H Zarkasih ( sekarang sudah Al Marhum) dan H Nur Khiolid ( Al marhum) orang tua Pak Seful.
Saat sudah menikah memilki anak satu Pak Seful berangkat ke Korea untuk bekerja di salah satu perusahan di sana.
Pulang dari Korea kembali mengabdi di Madrasah Diniyah saat Madrasah Diniyah bangkit kembali pada tahun 2002. Meskipun sudah merantau di luar negeri akan tetapi jiwa dan naluri pendidiknya masih melekat. Sehingga tidak merasa canggung atau bingung untuk menjalani khidmat di dunia pendidikan. Tercatat Beliau juga pernah menjadi Staf Pengajar di MA As Syamsuriyyah Jagalempeni Kec Wanasari Kab Brebes.
Perlu diketahui Madin yang pada awalnya dirintis oleh Drs Syaifulloh dengan mendapatkan dukungan dari keluarga besar H Maskur ( sekarang diabadikan menjadi nama Yayasan Al Masykuriyyah ) dan tokoh agama du lingkungan Rengadpendawa pernah mengalami kemajuan yang pesat dengan murid banyak. Namun mulai tahun 1995 mulai berkurang sampai akhirnya vakum, dan bangkit kembali pada tahun 2002.
Jabatan Kepala MI Sirojut Tholibin dijalani oleh Drs Syaifulloh selama kurang lebih lima tahun, sebelum akhirnya berfokus untuk menjalankan amanat sebagai perangkat desa. Setelah menjadi perangkat desa Rengaspendawa dengan kesibukannya akhirnya jabatan Kepala MI Sirojut Tholibin diserahkan kepada Akhmad Sururi.
Rentang kurang lebih lima tahun di bawah kepemimpinan Drs Syaifulloh bisa membangun gedung MI sebanyak tiga ruang kelas lantai pertama. Pembangunan tersebut berlangsung pada tahun 2009.
Di tengah kesibukannya sebagai perangkat desa, bahkan pernah menjabat sebagai Pj Kades Rengaspendawa, Pak Seful tetap memilki perhatian yang serius dalam dunia pendidikan, secara khusus di MI Sirojut Tholibin dan Madin Sirojut Tholibin. Keseriusan tersebut dibuktikan dengan dirinya berkhidmat di Yayasan Al Masykuriyyah sebagai pimpinan Yayasan Pemikiran dan jiwa pendidik masih terus menyala.
Sebagai perangkat desa dalam srata sosial memiliki pengaruh terhadap perkembangan sosial kemasyarakatan dan keagamaan. Sehingga pendapat dan pemikiran seringkali menjadi rujukan warga masyarakat. Namun demikian Beliau tetap mengedepan kesederhanaan dalam prilaku kehidupan sehari-hari.
Saat ini ( tahun 2026 ) Beliau sudah pensiun dari jabatan perangkat desa. Kegiatan setiap harinya lebih banyak di rumah sambil momong cucu dari anak pertama. Beliau masih giat dalam membenahi dan menata lingkungan Madrasah. Kontribusi pemikiran untuk pendidikan MI Sirojut Tholibin masih sangat dibutuhkan untuk membangun MI Sirojut Tholibin yang lebih maju dan berdaya. Salah satu pesan yang disampaikan kepada salah seorang guru di MI Sirojut Tholibin, " kemajuan dan kualitas pendidikan akan terwujud bila semua guru menjalankan tugas amanat dalam mendidik dengan tulus dan ikhlas, ".